Arduino vs AVR ATmega, Pilih Mana ?

Sering kami mendapat pertanyaan : ”Apa to bedanya Arduino dengan AVR ? ”, atau dengan redaksi lain :”Pilih Arduino atau ATmega8535 ? ” (bingung ya ? kaya pilih jodoh aja…hehe..) . Kami sendiri juga bingung, Arduino juga termasuk AVR, keluarganya ATmega juga, tapi tidak mengapa-lah, mari kita bingung bersama  … haha…

Arduino UNO (biru) dan AVR ATmega8535 (hijau)

Arduino merupakan sebuah kit mikrokontroler AVR yang dibuat dalam sebuah board (papan PCB) . Dikembangkan di Italia sejak tahun 2005. Dalam 1 board sudah ada mikrokontrolernya lengkap dengan pin/port untuk koneksi serta sudah ada Downloader-nya.

 

Bahasa pemrograman juga dibuat menjadi lebih sederhana sehingga tidak terlalu menuntut kita kenal ‘daleman’ mikrokontroler, ya.. seperti register – registernya. Sedikit yang berbeda tentang penamaan port. Jika port AVR dinamakan dengan PORTA.0, PORTA.1 dst, atau PORTB.0, PORTB.1 dst maka pada Arduino dinamai dengan pin.0, 1, 2, 3 dst.

Secara bahan dasar sama, yaitu mikrokontroler AVR ATmega. Contoh : Arduino UNO dibuat dengan AVR ATmega328, Arduino Mega dibuat dengan ATmega2560 dan Arduino Nano bahan dasarnya ATmega168.

 

Salah satu daya tarik Arduino adalah ketika akan mengisikan program cukup dengan sebuah kabel USB. Colokkan ke port USB di Arduino, dan ujung yang satu  ke komputer/laptop kita . Terlihat praktis. Ini seperti minimum sistem mikrokontroler AVR ditambah dengan USB Downloader.

Sistem koneksi Arduino yang lebih simple dibanding AVR

Bagi yang pengen membuat aplikasi tetapi tidak punya banyak waktu untuk membuat hardware tambahannya, Arduino menjadi pilihan yang tepat.  Banyak yang menyediakan (menjual maksudnya) hardware tambahan untuk aplikasinya yang biasa di sebut dengan Arduino Shield. Contohnya  kita akan membuat kontrol motor atau kontrol relay, berarti butuh hardware tambahan berupa driver motor dan driver relay. Cukup beli Shield untuk motor atau relay. Langsung pasang, bikin programnya dan tuing tuing.. langsung jadi deh.. Konsekuensinya untuk mendapatkan Shield tersebut juga perlu ngirit uang bensin , ya lumayan juga sih harganya.

Contoh Arduino yang terpasang dengan Motor Shiled dan Relay Shield

Oya Arduino ini Open Source , artinya design hardware dan software kita boleh pakai dan kembangkan sendiri.  Jadi jangan kagetan & gumunan kalau dipasaran kita temui banyak varian Arduino seperti Startduino, Unyilduino, Inoduino dan masih banyak lagi. Oya kalau nama anda mas Joko misalnya, bisa ngembangin nih Arduino trus kasih brand “Jokoduino”, keren kan ?

Satu lagi, software untuk membuat program di Arduino memakai software khusus, bersifat free. Mulai dari menulis code/program kemudian proses compile (verify) sampai isi program ke Arduino (Upload) semua dikerjakan dengan satu software saja. Program dibuat dengan platform bahasa C.

Software Arduino

Lha yang AVR gimana nasibnya ? Tenang, sekarang sudah banyak tersedia minimum sistem mikrokontroler AVR yang sudah lengkap  dengan harga terjangkau. Bahasa pemrograman juga mudah dipahami dan dikembangkan. Sebut saja BASCOM-AVR  yang kalau menurut saya lebih sederhana. Atau bahasa C dengan CodeVisionAVR (CVAVR) yang powerfull , mudah dipahami serta banyak referensinya.

Program untuk AVR : CodeVisionAVR dan BASCOM-AVR

Trus kesimpulannya ?
Hmmm…. jadi gini ya, kalau aplikasi yang akan kita buat sederhana, misalnya nyalakan LED saja maka cukup pakai AVR. Atau nantinya kita akan membuat alat dengan jumlah banyak, jam digital misalnya, yang akan kita produk sebanyak 1000 unit. Kalau pakai Arduino akan menjadi mahal, padahal yang dipakai hanya mikrokontrolernya saja, perangkat USB Downloader yang terpasang di Arduino sudah tidak berfungsi lagi.

Nah untuk pengembangan yang pingin ‘cepat’, Arduino dapat diandalkan. Kita tinggal beli Shield ini, beli Shield itu trus pasang – pasang dan jadilah alat yang kita rancang. Library untuk mempermudah pemrograman juga sangat banyak.

Itu pendapat kami, bagaimana pendapat sedulur semua ? Monggo silahkan ….

NB : Jika rasa penasaran berlanjut silakan kunjungi web resmi arduino di arduino.cc

 

45 thoughts on “Arduino vs AVR ATmega, Pilih Mana ?

  • February 27, 2015 at 1:22 am
    Permalink

    kalau mau menyalakan, mematikan dan mengontrol lampu. enaknya pake mana mas ?

    Reply
    • March 11, 2015 at 9:08 am
      Permalink

      Pakai AVR mas.

      Reply
        • December 15, 2015 at 10:53 am
          Permalink

          Pake saklar apanya mas ?

          Reply
    • April 6, 2015 at 8:28 am
      Permalink

      Karena saya biasa pakai AVR untuk garap proyekan maka saya recomended AVR deh mas, hehe..

      Reply
  • Pingback:Tips Memilih Mikrokontroler Idaman | inkubator-teknologi.com

    • October 22, 2015 at 11:20 am
      Permalink

      MUrah yang AVR mas.

      Reply
  • June 17, 2015 at 3:13 pm
    Permalink

    mas, kalau untuk kontrol transistor sebagai switching dengan frekuensi tinggi baiknya pakai apa ya?

    Reply
    • December 15, 2015 at 11:06 am
      Permalink

      Kalau hanya untuk display 7 segment (scanning) bisa pakai BC557

      Reply
  • August 24, 2015 at 3:33 pm
    Permalink

    Mas mau tanya ni, mohon penjelasanya.

    Saya mau membuat sebuah alat input angka key pad, lalu data angka tersebut dikirim melalui wifi ke sebuah web server.

    Cocoknya pakai arduino atau AVR mas.
    Kalau Arduino, jenis arduino apa saja yg saya butuhkan?
    Kalau AVR, jenis apa saja yg perlu?

    Penjelasan bisa di kirim lewat email saja mas. Sekalian mas, harga tutorial arduino dan AVR-nya berapaan ya?

    Makasi sebelumnya…

    Reply
    • August 25, 2015 at 11:11 am
      Permalink

      Ok mas, sudah kami email.
      Maturnuwun

      Reply
  • November 2, 2015 at 3:19 pm
    Permalink

    mas saya mau buat alat kontrol suhu dan kelembaban. itu kira2 lebih enak nya pake AVR ato arduino?thanks 🙂

    Reply
    • December 15, 2015 at 10:55 am
      Permalink

      Tergantung mas Patrick sudah menguasai yang mana, kalau sudah menguasai yang Arduino maka pakai saja Arduino. Sama saja sih mas, semua bisa dipakai. Enak semua karena sudah banyak contoh programnya untuk suhu kelembaban. Kalau harga lebih murag yang AVR.

      Reply
  • November 16, 2015 at 7:28 am
    Permalink

    mas,pertanyaan sy hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya..
    sy mau buat alat kontrol kecepatan motor dc.nanti outputnya dikirim melalui jaringan LAN untuk di tampilkan di pc. menurut mas lebih baik pakai arduino atau avr?klo pakai arduino,jenis apa yg lebih baik digunakan dan mengapa menggunakan jenis itu?
    penjelasan mohon disampaikan lewat email sy saja mas.. terima kasih mas

    Reply
    • December 15, 2015 at 10:37 am
      Permalink

      Pakai Arduino aja mas, kalau programnya dirasa banyak, bisa pakai Arduino Mega, kalau enggak ya Arduino UNO. Untuk library nya lengkap Arduino dan open source.

      Reply
  • November 24, 2015 at 2:23 pm
    Permalink

    Mas.. kalau saya mau membuat display menggunakan dot matrix lebih baik AVR atau Arduino?
    Kemudian untuk inputannya baiknya menggunakan Visual Basic atau apa?
    trims..

    Reply
    • December 15, 2015 at 10:25 am
      Permalink

      Kalau umumnya pada pakai AVR.

      Reply
  • November 29, 2015 at 9:08 pm
    Permalink

    Askum Mas, saya mau membuat SMS Gateway dengan menggunakan sensor PIR,sensor temperatur serta camera untuk monitor ruangan.
    Cocoknya pakai arduino atau AVR mas.
    Kalau Arduino, jenis arduino apa saja yg saya butuhkan?
    Kalau AVR, jenis apa saja yg perlu?

    Penjelasan bisa di kirim lewat email saya mas. Terimakasih

    Reply
    • December 15, 2015 at 10:09 am
      Permalink

      Bisa pakai Arduino mega mas, yang lebih besar memori programnya karena itu say alihat ada kamera juga.

      Reply
  • December 2, 2015 at 4:44 am
    Permalink

    Mas ada trainer kit atau trainer board untuk AVR untuk belajar dari NOL hingga Advance yang sudah lengkap ?
    Saya minat serius kalau ada.
    Terima kasih banyak.

    Reply
    • December 15, 2015 at 10:32 am
      Permalink

      Ada mas, bisa pakai Master Mikro AVR (Mahir Mikrokontroler Tanpa Kursus).
      Bisa lihat disini mas :

      Reply
  • December 9, 2015 at 4:21 pm
    Permalink

    Mas mau tanya, kalo seumpama saya mau buat inkubator anakan ayam yg ngatur shunya pake sensor gk lm35 dan pemanasnya pake lampu enaknya pake arduino apa atmega ?

    Terus ntar kalo seumpama pake arduino, buat rangkaian relaynya sama kyk rangkaian relay di atmega ?

    Mohon bantuanya

    Reply
    • December 15, 2015 at 9:55 am
      Permalink

      Pakai Arduino atau Atmega sama saja. Tergantung mas Okta sudah menguasai yang mana. Untuk peripheral seperti relay dan sensor sama saja, tidak ada perbedaan anatara dipakai ATmega atau Arduino. Kan Arduino itu Atmega juga.

      Reply
  • December 14, 2015 at 1:56 pm
    Permalink

    Nanya mas. Bisakah AVR diprogram dengan SW nya arduino?
    Thanks

    Reply
    • December 15, 2015 at 9:48 am
      Permalink

      Untuk Arduino, proses Uploadnya kan butuh yang namanya bootloader (udah ditanam di mikronya duluan), kalau AVR masih kosong ya tidak bisa.

      Reply
  • January 12, 2016 at 2:13 pm
    Permalink

    Kalau menurut saya mau arduino atau avr sama saja. Yang sudah biasa dipakai pasti lebih mudah.

    Untuk masalah harga kan kalau pakai arduino, program hasil compile-an dari arduino bisa juga di downloadkan ke avr juga. Kan arduino isinya juga sama, ATmega.

    Kesimpulannya Arduino atau AVR, itu sama seperti bahasa C atau Bascom.

    Reply
    • January 13, 2016 at 10:53 pm
      Permalink

      Betul mas Setia..
      Maturuwun sudah mampir kesini …

      Reply
  • January 23, 2016 at 11:20 am
    Permalink

    untuk orang awam yang baru mau belajar, lebih mudah dipahami Arduino apa AVR mas ?
    Terima kasih

    Reply
    • January 26, 2016 at 9:23 am
      Permalink

      AVR jika pakai bahasa BASCOM-AVR juga mudah mas.

      Reply
  • April 5, 2016 at 9:33 am
    Permalink

    bisa gag bikin rangkaian avr pakek downloader arduino

    Reply
    • April 16, 2016 at 9:28 am
      Permalink

      Maksudnya gimana mas ?

      Reply
  • May 30, 2016 at 5:55 pm
    Permalink

    Kalau saya masukkan program arduino saya ke dalam mikronya, lalu mikronya saya pasang ke rangkaian lain yang bukan arduino apa program nya tetap jalan ?

    Reply
    • June 4, 2016 at 7:28 am
      Permalink

      Bisa jalan mas.
      Kalau board arduino itu kan fungsinya hanya untuk proses download. Asal mikro arduinonya yang dipindah ke minsis lain sudah ada bootloader arduinonya.
      Tk

      Reply
  • August 28, 2016 at 2:35 pm
    Permalink

    Butuh pencerahan nih buat tugas akhir,,kira2 pakai arduino atau mikrokontroler ya?

    Reply
    • September 1, 2016 at 10:28 pm
      Permalink

      Tergantung aplikasinya mas Andri, cuman sekarang lagi trend Arduino.. Referensi juga banyak mas

      Reply
    • September 23, 2016 at 9:16 pm
      Permalink

      Untuk komunikasi serial dari mikro ke komputer sebenarnya sederhana mas, tergantung pakai bahasa apa. C atau Bascom. Di artikel2 inkubatek banyak kok, silakan cek ..
      Trims dah mampir

      Reply
  • September 7, 2017 at 2:42 pm
    Permalink

    Assalamualaikum pak.
    Saya mau tanya. Saya dan teman2 insyaAllah ingin membuat rangkaian penggerak relay 3 fasa untuk buka tutup atap rumah secara otomatis. Bagusnya pakai atmega atau arduino ya?

    Reply
  • October 22, 2017 at 4:08 pm
    Permalink

    Mas bisa bikin alat tuk ngedekti mesin menyala atau mati dan mnegirimnya ke server gak

    Reply
    • July 18, 2018 at 11:26 am
      Permalink

      Kirimnya via apa ? Internet ?

      Reply
  • August 14, 2018 at 11:24 am
    Permalink

    Kalau saya lebih suka board mikrokontroller biasa seperti AVR, Microchip, dll. Lebih fleksible dalam design. Dan lebih mudah untuk menerapkan library real time scheduler atau yg sedikit lebih kompleks, RTOS. Sekalipun memang Arduino menawarkan kemudahan dalam development.

    Reply
    • August 23, 2018 at 11:36 am
      Permalink

      Betul mas, simple dan lebih ekonomis

      Reply

Leave a Reply

WhatsApp chat
%d bloggers like this: