‘Mengintip’ Microcontroller 32 bit : ARM Cortex M3

Apa sih maksudnya ARM ?

ARM merupakan singkatan dari Advanced RISC Machine, sebuah prosesor 32-bit dengan tipe RISC. Sebagai gambaran, dulu kita mengenal mikrokontroler AT89C51 atau AT89S51 yang merupakan tipe CISC (Complex Instruction Set?). Kemudian ada mikrokontroler AVR seperti ATmega8535 yang merupakan tipe RISC (Reduced Instruction Set Computer), nah kalau AVR mempunyai prosesor 8-bit sedangkan ARM 32-bit sehingga tentu saja lebih cepat kinerjanya.

Prosesor yang dikembangkan oleh ARM Holdings yang berkantor pusat di Cambridge Inggris ini terus mengalami perkembangan dan penyempurnaan, mulai dari ARM1 sampai ARM11 dan ARM Cortex.

ARM Klasik (Classic ARM Processors).

Cocok dikembangkan untuk aplikasi teknologi yang sudah teruji maupun untuk pengembangan aplikasi baru. Mempunyai fitur yang lengkap, tingkat efisiensi dan performance yang bagus. Aplikasi ARM11 sering kita temui pada smartphone.

ARM Cortex Embedded (Embedded Cortex Processors).

Ditujukan untuk aplikasi yang sifatnya embebbed seperti mikrokontroler, sistem kendali otomotif, printer serta sistem jaringan baik yang wired maupun wireles. Cortex-M digunakan pada mikrokontroler dengan kelebihan pada kecepatan kinerje dengan konsumsi daya yang rendah. Sedangkan Cortex-R dipakai pada aplikasi real-time. Nah yang akan kita pelajari nanti adalah tipe Cortex-M3.

ARM Cortex Aplikasi (Application Cortex Processors).

Mempunyai kecepatan yang sangat tinggi hingga 2 GHz sehingga cocok untuk aplikasi yang membutuhkan proses komputasi yang cepat seperti perangkat netbook dan smartphone.

Kalau masih haus dengan informasi tentang ARM, silahkan meluncur ke http://www.arm.com.

Nih Contoh Aplikasinya

Prosesor ARM sudah banyak diaplikasikan pada perangkat elektronik, baik untuk gadget seperti pada hand phone, tablet PC, perangkat game maupun pada aplikasi embedded system seperti sistem otomatisasi. Perusahaan kelas dunia seperti Samsung, Sony Ericsson, Siemens dan Nokia sudah lama memakainya. Berikut beberapa contoh aplikasinya.

Aplikasi Game pada Nintendo Dsi.

Bagi para gamer tentu sudah tidak asing lagi dengan Nintendo. Contoh berikut adalah versi ketiga dari Nintendo DS yang dirilis April 2009 kemarin.

Smartphone si telpon pintar.

Handphone dengan kemampuan yang sangat lengkap, aplikasi office dan internet beserta aplikasi tambahan yang dapat kita instal sendiri ini merupakan produk dengan prosesor ARM didalamnya. Samsung Galaxy, Blackberry Curve dan HTC Evo adalah beberapa contohnya.

Maple Development Board

Adalah LeafLabs (http://leaflabs.com), perusahaan yang telah membuat sebuah development system dari ARM Cortex 32-bit berbentuk board sederhana, cukup kecil berdimensi sekitar 5×5 cm. Maple , nama yang diberikan LeafLabs untuk board tersebut. ARM Cortex-M3 pada board Maple sudah diisi dengan program bootloader sehingga kita dapat langsung mengisikan program yang dibuat melalui port USB, tidak perlu lagi hardware tambahan untuk memprogramnya.

Ketika saya membuat tulisan ini, Maple sudah mengalami penyempurnaan, terakhir  Rev 5. Pengen tahu lebih lanjut tentang Maple ? Nantikan postingan berikutnya…

 

This entry was posted in Lain - lain. Bookmark the permalink.

One Response to ‘Mengintip’ Microcontroller 32 bit : ARM Cortex M3

  1. tulus budyarso says:

    assalamualaikum, mas saya mau nanya kenapa setiap kita upload ke board ARM ada tulisan kaya gini “”Couldn’t find the DFU device: [1EAF:0003]””
    mohon pencerahannya mas. makasih yah

Leave a Reply