Praktek Pertama ARM Cortex : Digital Output

Alhamdulillah masih diberi umur, juga kesehatan & kesempatan untuk melanjutkan materi yang kemarin saya janjikan, ARM CORTEX M3. Kemarin kita sampai pada Maple Development Board, sekarang kita liat apa saja kemampuannya :

Spesifikasi :
• STM32 F103RB: a 32-bit ARM Cortex M3 microprocessor
• Clock Speed: 72 MHz
• Operating Voltage: 3.3V
• Input Voltage (recommended): 3.0V-12V
• 43 Digital I/O Pins (GPIO)
• 15 Analog Input Pins
• 12-bit ADC resolution (ADC)
• 15 PWM pins at 16-bit resolution (PWM)
• Dedicated USB port for programming and communications (USB)
• Integrated I2C (I2C)
• 3 USART divices (USART)
• Four 4-channel Timers (Timers)
Hardware maple board cukup sederhana, coba saja perhatikan gambar berikut :

  • GPIO : Port untuk General Purpose Input Output, berupa socket IDC female (sama dengan Arduino) yang memang agak susah mencari pasangannya, berbeda dengan socket IDC yang ‘male’. Disebut dengan GPIO karena mempunyai fungsi yang bermacam-macam. Dapat digunakan sebagai digital input, output, analog input/output, interupsi dll.
  • Port USB : dipakai untuk koneksi dengan computer, sebagai jalur upload (mengisi) program dari computer ke memori di maple board. Juga dimanfaatkan untuk komunikasi serial, baik kirim maupun terima data. Jadi ketika kita membuat aplikasi yang memakai komunikasi serial dapat langsung meggunakan port ini.
  • Power Supply : koneksi dengan power supply (7 – 18 V DC). Power supply juda dapat diperoleh dari port USB tadi, jadi tidak usah repot – repot membuat power supply lagi, tapi syaratnya computer yang dihubungkan dengan Maple board harus hidup terus.
  • Reset : Tombol untuk me-reset system, hamper sama dengan tombol reset di computer.

Untuk GPIO, penamaan pin dengan system angka dan dimulai dari 0 (nol), berikut penjelasan dari masing – masing port :
Sebagai contoh pin D0 selain sebagai port digital I/O juga sebagai ADC channel 3 dan dapat juga sebagai pin untuk membangkitkan sinyal PWM.
Langsung praktek saja ya, sebelumnya siapkan dulu ubo rampene :
1. 1 Unit Maple board (kalo belum punya bias pinjam)
2. Kabel mini usb (biasanya pas beli sudah ada)
3. Komputer/laptop
4. Software Maple IDE
Pertama, colokkan kabel mini usb ke Maple dan ujung satunya ke computer, kalo komputernya bagus (hehe..) pasti dia minta drivernya, kasih aja, trus ikuti petunjuk instalasinya sampai finish. Berikutnya jalankan software Maple IDE, cari maple-de (Type : Application) trus double click, nah akan tampil softwarenya :
Loh kok sama dengan Arduino ? mungkin anda bertanya demikian jika pernah memakai Arduino, jika belum pernah ya ndak usah heran… (hehe..) Secara penampakan memang sama, menu-nya pun sama :
Verify.
Klik toolbar ini untuk mengeksekusi (proses compile) program. Dapat pula melalui tombol menu Sketch ? Verify/Compile atau tekan tombol keyboard CTRL+R.
Stop .
Berfungsi untuk menghentikan atau membatalkan proses eksekusi program (Sketch ? Stop).
New.
Membuat lembar kerja baru. Menu File ? New atau CTRL+N.
Open.
Membuka file yang pernah dibuat & disimpan. Menu File ? Open atau CTRL+O.
Save.
Menyimpan program, secara otomatis akan berekstensi *.pde. Menu File ? Save atau CTRL+S.
Upload.
Program yang sudah dibuat dan di-Verify akan diisikan kedalam memori Maple dengan cara klik toolbar Upload, atau dari menu File ? Upload to I/O Board atau CTRL+U.
Serial Monitor.
Untuk kebutuhan serial komunikasi, mengirim dan menerima data, seperti Hyperterminal pada Windows.

Pemrogramannya menggunakan struktur bahasa C, sehingga bagi yang belum pernah pakai silhakan pelajari dulu dasar – dasarnya, gampang kok..
Sudah gak sabar pengen nyoba ? Ok, pada Maple IDE bikin lembar kerja baru , File ? New, atau Toolbar New, trus ketik program berikut :

void setup() {
pinMode(13, OUTPUT); //pin 13 sebagai output
}
void loop() {
digitalWrite(13,1); //pin 13 logic low
}

Kalau sudah trus simpan, lanjut klik Verify, tunggu sampai selesai dan tidak ditemukan error. Kalo dia nemuin error segera perbaiki, paling – paling cumin kurang teliti. Ingat ini pakai bahasa C yang case sensitive, besar-kecil huruf berpengaruh. Titik koma juga diperhatikan ya.
Ok kalo sudah trus klik Upload, sabar sebentar, proses agak lama jika disbanding ndonlot mikro AVR. Jika sukses maka pada LED di D1 pada Maple akan nyala.

Maple mempunyai LED built in yang terhubung dengan pin 13, dengan model aktif ‘HIGH’ maksudnya jika pada pin 13 diberi logika ‘HIGH’ atau 1 maka LED akan nyala.

Penjelasan Program.
Setiap program harus mempunyai 2 fungsi : void setup() dan void loop(). Setup untuk melakukan inisialisasi sstem, misalnya menentukan sebuah port apakah sebagai input atau output. Pada program kita kali ini hanya terdapat 1 baris perintah :
pinMode(13, OUTPUT);
maka pin no 13 menjadi pin output.
Selanjutnya pada fungsi loop juga hanya ada 1 baris perintah :
digitalWrite(13,1);
pin 13 akan mengeluarkan logika 1 atau “HIGH” sehingga LED nyala.

Selamat bereksperimen !!!

This entry was posted in Lain - lain. Bookmark the permalink.