Seting Modem Serial

Pada aplikasi berbasis SMS (SMS Gateway), biasanya kita memakai modem serial.  Kenapa serial kok tidak yang USB ? Yak arena mikrokontroler baru punya port serial.  Nih penampakan modem serial :

Modem Serial

Sebelum digunakan, modem harus kita seting terlebih dahulu agar dapat berkomunikasi dengan mikrokontroler atau Arduino secara ‘sinkron’. Pas keluar dari pabriknya modem diseting secara default pabrik. Contoh : baud rate = 115200. Nah jika mikrokontroler atau Arduino kita baud rate-nya 9600 kan nggak ‘match’. Untuk itu kita perlu seting terlebih dulu modem serialnya.

99 proyek arduino
Diperlukan komputer yang ada port serial RS232 (komputer jaman om – om kita biasanya ada). Atau bisa juga pakai converter RS232 to USB.

Converter USB to Serial 232

Untuk mengatur parameternya kita pakai saja Hyperterminal, software bawaan Windows. Yuk kita mulai …
> Pasang kabel serial untuk menghubungkan modem dengan komputer (untuk komputer/laptop seri terbaru sebagian besar sudah tidak ada port serial).
> Pasang power supply modem

Hubungkan modem ke port Serial

Buka Hyperterminal. Dari menu Start – All Programs – Accessories – Communications – Hyperterminal.
Muncul tampilan ‘New Connection’. Beri nama bebas, missal ‘set modem’.

Klik OK sehingga muncul tampilan berikutnya :

Pilih nomor port

Pilih nomor com yang sesuai dengan com serial di komputer, missal COM1 kemudian klik OK. Selanjutnya muncul properties :

Set nilai propertinya

Isi baudrate dengan 9600 bps (untuk tiap modem bisa saja nilai awal baud rate berbeda, mohon disesuaikan). Data bits tetap 8, Parity juga None, Stop bits tetap isi 1 dan terakhir Flow control dipilih None.
Klik ‘Apply‘ kemudian ‘OK‘. Tampilan awal Hyperterminal siap dipakai :

Hyperterminal siap digunakan

Banner MM AVRPertama kita ketik ‘AT’ :

Tes AT Command

Selanjutnya tekan tombol ENTER pada keyboard :

Respon ‘OK’ dari modem

Perhatikan bahwa modem merespon dengan ‘OK’. Jika modem tidak merespon ‘OK’ atau karakter tidak terbaca silahkan ganti nilai baudrate pada Hyperterminal. missal 19200 atau nilai yang lain.
OK selanjutnya kita coba perintah untuk mengganti nilai baudrate di modem. Misalnya ingin kita set 9600 bps. Ketik : ‘AT+IPR=9600’ + ENTER.

Seting Baudrate

Perhatikan bahwa modem merespon dengan ‘OK’.
Sekarang kita set supaya ‘ECHO’ tidak aktif. Echo berarti ketika kita kirim/ketik sebuah karakter maka modem akan mengirim balik karakter tersebut. contohnya tadi ketika kita ketik ‘AT’  modem juga akan mengirim balik ‘AT’. Nah hal ini dapat mengganggu komunikasi dengan Arduino sehingga harus kita ‘disable’. Caranya : ketik ‘ATE0’ + ENTER :

Non-aktifkan Echo

Terakhir, seting parameter tadi harus kita simpan, agar ketika modem ‘RESET’ nila setingan tetap tersimpan. Gampang kok cukup kasih perintah ‘AT&W’ + ENTER dan modem pun akan merespon ‘OK’ :

Simpan seting parameter dengan ‘AT&W’

Lhakok tulisan ‘AT&W’  tidak muncul ? Nah itu karena sudah kita ‘disable’ si- ECHO nya bozz…
Alhamdulillah modem sudah siap digunakan.

Iklan MM ARDU

This entry was posted in Arduino, Mikrokontroler AVR and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply