Tips Memilih Mikrokontroler Idaman

Bingung mau pilih pasangan hidup ? Saking banyaknya pilihan malah bikin bingung ya ..? πŸ™‚ Hehe.. Biar gak bingung perlu tuh bikin kriteria,spesifikasi, baik hardware (secara fisik) maupun software (secara akhlak). Ya… gak usah perfect2 banget deh, lha wong kitanya aja juga banyak kekurangan & kelemahannya. Betul ? Nah kalau sudah, bagi yang laki – laki segera tentukan dan putuskan, pilih 1 saja (dulu). Trus bagi perempuan kalau serasa cocok langsung aja terima, ajak nikah, kalau enggak ya tolak. Jadi, laki – laki berhak memilih dan perempuan berhak menolak, haha…

Master Mikrokontroler

Lho kok malah perjodohan ? Eh ini ada ada hubungannya dengan judulnya pembaca… Memilih mikrokontroler juga kudu tahu spesifikasinya, kriterianya. Nanti mau dipakai buat apa dan sebagianya. Bagi pemakai mikrokontroler sudah jenggoten (sudah lama πŸ™‚ ) maka gak masalah. Nah bagi yang masih newbie kadang bikin galau. Ada AVR, ada arduino, ada MCS51 trus ada PIC, sekarang ada nuvoton, trus ada juga raspberry.

Macem2 Mikrokontroler

Pertama tentukan dulu kebutuhan/fiturnya. Mau dipakai buat apa sih mikronya ? Contoh, jika kita akan membuat kontrol LED nyala – mati maka dapat memakai seri AT89S51 misalnya. Sudah cukup dan murah. Lain ceritanya kalau alat yang akan dibuat monitoring suhu dengan sensor LM35. Kita akan ribet jika pakai AT89S51. Harus beli ADC trus harus nyambungin ke mikronya dll. Kalau yang praktis pakai AVR, ATmega8535 misalnya yang sudah built in ADC.

99 proyek arduino

Selanjutnya bisa ke hal yang lebih β€˜sensitif’, fisik nih.. Misalnya yang tadi, monitoring suhu tampilan LCD. Udah kek gitu aja. Trus ada 2 pilihan AVR : ATmega8535 atau ATmega8 ? Aplikasinya kan paling hanya butuh 6 pin untuk LCD dan 1 pin ADC untuk sensor. Total cuman 7 pin. Pilihan praktisnya sih ATmega8 yang punya 23 pin sudah cukup, kalau yang ATmega8535 kan 32 pin. Ntar banyak nganggurnya pin yang lain. Harga juga murah yang ATmega8. Tapi kalau udah punya atau terlanjur pinjam temen yang ATmega8535 juga oke oke aja boz …

ATmega8 dan ATmega8535

Pertanyaan berikutnya apakah alat tersebut dikembangkan lagi ? Jika ya, maka pilih yang mempunyai fitur lebih lengkap dan kapasitas memori program yang lebih besar seperti ATmega16 (16 kb) atau ATmega32 (32 kb). Dapat juga ATmega128 yang mempunyai 128 kb memori program, ya tentu harus merogoh kocek lebih dalem untuk membelinya.

Aplikasi Mikrokontroler

Mudah tidaknya mendapatkan mikrokontroler juga menjadi pertimbangan dalam memilih mikrokntroler. Kalau di Jogja sih mudah untuk cari ATmega maupun yang seri S51. Arduino juga sudah ada di beberapa toko (toko elektronik ya, bukan toko roti). Nah untuk PIC (buatan microchip) yang rada susah, selain kurang tenar juga.

Next, perangkat untuk mengisi program dari komputer ke mikrokontroler atau yang disebut dengan downloader atau ada juga yang menyebut programmer mikro. Kalau yang Arduino sudah menyatu dengan board (pcb) sehingga tidak perlu lagi. Tipe AVR atau S51 sangat mudah untuk mencarinya, harga relatif murah. Tipe PIC agak susah dan harga juga lumayan mahal.

Kalau perbandingan antara AVR dengan Arduino, silakan cek di postingan inkubatek disini : AVR vs ARDUINO.

Dari segi bahasa pemrograman sama saja ya, artinya baik seri S51 maupun AVR tersedia bermacam bahasa pemrograman. Mulai dari assembler, C dan Basic semua ada.

Iklan EDUROBO

Ok, semoga semakin memantapkan niat untuk menikah (bagi yang belum, bagi yang sudah ? ). Kok mbalik ke jodoh ? Ya semoga tambah jelas kalau mau pilih mikrokontroler. Jika bingung berlanjut hubungi dosen atau pak guru ya, hehe..

This entry was posted in Lain - lain and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply