Tips Gampang & Cepat Belajar Mikrokontroler

Jadi ingat  awal dahulu kala….. (heis..) ketika mencoba mempelajari mikrokontroler. AT89C51 yang saya pelajari, mungkin sebagian temen2 sudah tidak kenal lagi, ya karena dia tren tahun dua ribuan.

Master Mikrokontroler

Buku cetak tentang mikrokontroler juga terbatas, yang menggunakan bahasa persatuan baru ada satu – dua saja, selebihnya pake bahasa ‘wa cing cong’. Ditambah dengan downloader mikro yang tidak ‘se-sederhana’ sekarang, harganya juga harus ditebus dengan merogoh saku mahasiswa cukup dalam (aslinya juga saku ortu-nya juga), maka lengkap sudah tantangan mempelajarinya pada waktu itu.

Saya sendiri belajar bersama teman2 di kampus dan lebih banyak mengambil referensi dari internet, belum banyak tempat kursus mikrokontroler seperti sekarang.
Awal belajar menggunakan bahasa ‘jowo kuno’ alias ‘assembly’, njlimet dan dibutuhkan ketekunan dan kesabaran luar biasa. Betapa tidak, hanya membuat pembagian 4 byte butuh hampir 1 (satu) lembar perintah. Lima (5) tahun saya bersama si ‘assembly’ dan Alhamdulillah saya kemudian tersadar dan mulai memakai bahasa ‘C’ (bukan Cilacap lho mbok) yang ternyata sangat mudah dan efektif. Dua tahun berikutnya saya belajar Basic (BASCOM) dan Alhamdulillah juga ternyata lebih gampang.

Nah dari pengalaman saya selama kurun waktu tersebut saya pengen ‘sharing’ dengan teman2, bagaimana sih cara gampang belajar mikrokontroler ? Kalau menurut saya, begini :
1.    Pilih mikrokontroler yang mudah diperoleh (maksudnya mudah dibeli di toko atau temennya pada punya, so bisa dipinjem), saran saya pakai tipe AVR (ATmega8 atau 8535 atau 16 sama saja). 2.    Pilih bahasa yang mudah dipahami, Basic (BASCOM-AVR) atau C (CodeVisionAVR), saran saya pakai BASCOM-AVR saja.

3.    Beli (atau pinjam) buku mikrokontroler AVR. Pelajari sedikit saja, bab – bab awal yaitu PORT input – output. Materi seperti timer, interupsi dll abaikan dulu.


4.    Pelajari sedikit saja tentang aturan dasar bahasa pemrograman (misalnya BASCOM-AVR, pelajari cara menulis perintah dasar).

5.    LANGSUNG PRAKTEK ! Jangan biarkan teori yang sudah anda kuasai (meski masih sedikit) tanpa diamalkan. Sebaiknya anda punya 1 minimum system Atmega + 1 modul aplikasi digital out seperti led. Kalau belum punya bisa pinjem temen atau nge-lab di kampus, bisa juga pakai software simulator semacam Proteus.

6.    Buat program sederhana misalnya mengeluarkan logika ‘1’ atau ‘0’ pada PORTC. Lihat hasilnya dan pahami programnya. Atau untuk permulaan bisa copy – paste program yang ada di buku. Kalo sudah paham anda coba buat sendiri program yang lain tetapi masih seputar digital output.


7.    Kalau digital output sudah mahir, lanjut ke digital input. Disini anda sebaiknya mempunyai piranti masukan digital semacam switch.


8.    Selanjutnya silahkan pelajari materi lanjut seperti sistem interupsi, timer, counter, PWM, ADC dll.

9.    Bergabunglah bersama forum2/group  di internet yang membahas seputaran mikrokontroler.

10.    Dan tentu saja yang tidak boleh tidak adalah anda harus punya semangat menuntut ilmu yang tinggi, harus bersabar, tekun, ulet (cie.. kayak nasehat pak guru aja) dan berdo’a kepada Yang Maha Tahu, Allah SWT, semoga diberi kemudahan dan kelancaran.

Ok, sekelumit (10 point kok sekelumit ya ?) tips tadi sekedar metode yang saya rangkum berdasar pengalaman saya dan teman2 selama ini. Kalo ada yang mo sharing silahkan lho, jangan malu – malu…

Iklan MM ARDU

10 thoughts on “Tips Gampang & Cepat Belajar Mikrokontroler

  • December 26, 2012 at 3:50 pm
    Permalink

    gan klo mu baca frkuensi jala2 50Hz gimana, trus klo frekuensi tersebut naik dan kelebihan frekuensi tersebut mau saya buang kesebuah beban dumy.
    jadi jika input naik melebihi batas yang ditentukan maka sinyal output juga ikut, tetapi jika input sama dengan nilai input yang telah ditentukan maka output turun jadi nol , tolong pencerahanya Gan !

    Reply
  • December 26, 2012 at 3:52 pm
    Permalink

    lupa gan, saya pake atmega 8535 dan bascomavr.

    Reply
  • April 3, 2013 at 4:39 pm
    Permalink

    Nice info, sangat bermanfaat. Terimakasih gan

    Reply
  • October 5, 2013 at 7:16 am
    Permalink

    Makasih kang petunjukny, mau tanya apa bahasa basic mikro dan basic komputer sama?

    Reply
    • October 5, 2013 at 1:49 pm
      Permalink

      Dengan Visual basic hampir sama

      Reply
  • October 16, 2013 at 5:14 pm
    Permalink

    kang mohon perunjuk, listening program jika saklar 1 dipencet maka led berjalan dari kanan ke kiri secara berulang2, jika saklar 2 di pencet maka led berjalan kanan ke kiri, jika saklar 3 maka led off. Terimakasih sebelumnya

    Reply
  • December 6, 2013 at 12:18 am
    Permalink

    gan, aslii mikrokontroler barang apaan saya masih bingung apalagi pake assembly, blajr programnya jelimet gan, mohon informasinya gan bagaimna saya juga bisa pake assembly, mungkin agan punya buku-buku refrensi ? tolong kasih tau penting bangett soalnya gan, pengetahuan saya masih cetek, termaksh

    Reply
    • December 9, 2013 at 9:15 am
      Permalink

      Assembly sudah lama tidak kami pakai. Sekarang umumnya malah pakai C atau Basic.
      Bisa pakai ini.

      Reply
  • May 15, 2016 at 1:20 pm
    Permalink

    min mau nanya, kalau mau membangkitkan frekuensi pakek mikro gimana min ?

    Reply
    • May 20, 2016 at 2:18 pm
      Permalink

      Di artikel sini ada kok, coba ketik di kotak search

      Reply

Leave a Reply

WhatsApp chat
%d bloggers like this: